Breaking News
Akreditasi RSUD Jaraga Sasameh Buntok Perkuat Standar Keselamatan dan Mutu Pelayanan

BARITO SELATAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jaraga Sasameh Buntok terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui proses akreditasi rumah sakit. Upaya tersebut diarahkan terutama untuk memastikan keselamatan pasien serta pelayanan berjalan sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Direktur RSUD Jaraga Sasameh Buntok, Dadang Nugroho, melalui Humas RSUD Jaraga Sasameh Buntok, Nurmila, mengatakan akreditasi tidak semata-mata berkaitan dengan peningkatan kelas rumah sakit. Lebih dari itu, akreditasi menjadi instrumen untuk memastikan setiap pelayanan diberikan sesuai standar dan kemampuan fasilitas yang tersedia.

“Kalau untuk akreditasi ini lebih fokus ke keselamatan pasien dengan mutu pelayanan, yaitu cara kita melayani sesuai standar Kementerian Kesehatan,” ujar Nurmila.

Menurutnya, RSUD Jaraga Sasameh Buntok merupakan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL). Dalam mekanisme pelayanan kesehatan, pasien dari fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas dapat dirujuk ke rumah sakit apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Namun, kemampuan pelayanan rumah sakit tetap disesuaikan dengan tipe, fasilitas, tenaga medis, serta layanan spesialis yang tersedia.

Nurmila mencontohkan, sejumlah kasus yang membutuhkan penanganan dokter spesialis tertentu, seperti bedah ortopedi, harus dirujuk ke rumah sakit tipe B yang memiliki fasilitas dan tenaga spesialis sesuai kebutuhan pasien.

“Misalnya untuk kasus bedah tertentu yang membutuhkan dokter spesialis bedah ortopedi, biasanya harus dirujuk ke rumah sakit tipe B yang memiliki layanan tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan dokter spesialis tertentu di suatu rumah sakit tidak serta-merta mengubah ketentuan klaim pelayanan kepada BPJS. Pelayanan tetap mengacu pada tipe dan kewenangan rumah sakit yang telah ditetapkan.

Dalam konteks keselamatan pasien, proses rujukan menjadi bagian penting dari pelayanan. Rumah sakit tidak diperbolehkan memaksakan penanganan apabila kondisi pasien telah berada di luar kemampuan fasilitas dan sumber daya yang tersedia.

“Misalnya kasus stroke dengan kondisi tertentu yang sudah berada di luar batas kemampuan rumah sakit kita. Tidak boleh kita memaksakan diri untuk merawat di sini. Itu juga menjadi bagian dari ketentuan pelayanan dan dapat menjadi temuan BPJS,” katanya.

Lebih lanjut, Nurmila menjelaskan bahwa aspek keselamatan pasien dalam akreditasi mencakup berbagai tahapan pelayanan. Mulai dari ketepatan pemberian obat, kelengkapan dokumen, hingga pencatatan rekam medis pasien menjadi bagian yang harus memenuhi standar.

RSUD Jaraga Sasameh Buntok juga telah menerapkan sistem rekam medis elektronik. Sistem tersebut diharapkan mampu mendukung ketersediaan informasi pasien secara lebih lengkap dan terintegrasi, sehingga tenaga kesehatan dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam proses pelayanan dan pengambilan keputusan medis.

“Fokusnya untuk keselamatan pasien. Misalnya obat yang diberikan sudah sesuai standar dengan penyakitnya atau belum, kemudian dokumennya lengkap atau tidak. Rekam medis kita juga sudah menggunakan rekam medis elektronik dan informasi mengenai kondisi penyakit pasien harus lengkap,” pungkasnya.

Dengan demikian, proses akreditasi di RSUD Jaraga Sasameh Buntok tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan administrasi, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun budaya pelayanan yang aman, bermutu, terukur, dan sesuai dengan kemampuan rumah sakit.

Reporter : WIDIA ASTUTI

Tangis Bahagia Pecah Saat Jemaah Haji Barito Selatan Kembali ke Tanah Air

BARITO SELATAN//  Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti halaman Masjid Agung Baiturrahman, Jalan Pelita Raya, Buntok, saat 84 Jemaah haji kloter 8 rombongan jemaah haji Kabupaten Barito Selatan tiba dan berkumpul bersama keluarga, Senin (15/6/2026).

Air mata kebahagiaan tak terbendung ketika para jemaah bertemu kembali dengan keluarga yang telah lama menantikan kepulangan mereka dari Tanah Suci. Pelukan hangat dan ucapan syukur mewarnai momen penyambutan yang berlangsung khidmat.

Kedatangan jemaah haji disambut langsung oleh Pemerintah Kabupaten Barito Selatan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat yang memadati lokasi penyambutan.

Kepulangan para jemaah tahun ini menjadi perhatian tersendiri mengingat situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang sempat menjadi sorotan dunia akibat meningkatnya ketegangan di beberapa wilayah. Namun demikian, seluruh jemaah haji asal Barito Selatan dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.

Rasa syukur tampak terpancar dari wajah para keluarga yang menyambut kedatangan sanak saudara mereka. Banyak di antara mereka yang mengaku sempat mengikuti perkembangan situasi di Timur Tengah dan terus memanjatkan doa agar seluruh jemaah diberikan perlindungan selama menjalankan ibadah hingga kembali ke Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Barito Selatan welalui asisten I ,Rahmat Nuryadin,SH.,MH menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan pihak terkait yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji. Pemerintah juga berharap para jemaah dapat menjadi haji yang mabrur serta membawa nilai-nilai kebaikan yang diperoleh selama di Tanah Suci untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan tibanya rombongan di Buntok, rangkaian perjalanan ibadah haji jemaah asal Kabupaten Barito Selatan tahun 2026 resmi berakhir. Kepulangan mereka disambut dengan rasa syukur dan kebahagiaan oleh seluruh masyarakat yang hadir.

Reporter: AHMAD ALDO BARITO

Tim Domino Barsel Raih Juara III pada Kejurprov ORADO Kalteng 2026

Barito Selatan– Tim domino senior Kabupaten Barito Selatan (Barsel) menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) ORADO Kalimantan Tengah 2026 yang digelar di Atrium Duta Mall Palangka Raya, Senin (13/4/2026).Tim Barsel yang diperkuat Bond Bella, Yosefta, dan Kaspianor berhasil meraih juara ketiga setelah menunjukkan performa konsisten sepanjang turnamen. Pada pertandingan perebutan posisi ketiga, Barsel sukses mengalahkan tim “Saudara Tua” dari Kabupaten Barito Utara dengan kemenangan dua set langsung (2-0) dalam format best of three.

Sebelumnya, langkah Barsel sempat terhenti di babak semifinal usai menghadapi tim tuan rumah Kota Palangka Raya. Dalam pertandingan tersebut, Barsel harus mengakui keunggulan lawan setelah kalah dua set berturut-turut, meskipun sempat unggul pada set pertama sebelum tim Palangka Raya membalikkan keadaan.
Manajer tim sekaligus Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) ORADO Barsel, Akhmad Akmal, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian tersebut. Ia menyebutkan bahwa hasil ini tergolong di luar perkiraan, mengingat keterbatasan persiapan yang dimiliki tim.

“Dengan persiapan yang singkat serta keterbatasan anggaran, kami sebenarnya tidak diunggulkan. Namun, para atlet mampu membuktikan kualitasnya hingga menembbus semifinal dan bersaing secara kompetitif,” ujarnya.

Akmal menambahkan, capaian pada Kejurprov perdana ini diharapkan menjadi pemicu semangat dalam pengembangan olahraga domino di Kabupaten Barito Selatan. Hal tersebut sejalan dengan slogan “Domino Naik Kelas, Memintarkan Indonesia”.

Ia juga optimistis olahraga domino akan terus berkembang di Barsel, mengingat tingginya minat masyarakat, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.

“Peran ORADO sebagai federasi adalah memfasilitasi serta mensosialisasikan aturan resmi permainan, karena terdapat perbedaan dengan pola permainan yang selama ini dikenal masyarakat,” jelasnya.

Ke depan, ORADO Barsel menargetkan penyelenggaraan turnamen tingkat kabupaten pada tahun ini. Selain itu, pihaknya juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak guna mendorong kemajuan olahraga domino di daerah tersebut.( Dia)